Berbagai Langkah Pencegahan Penularan Penyakit Tuberkulosis pada Anak

Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Infeksi TB sebagian besar menyerang paru-paru, selain itu juga dapat mengenai organ tubuh lainnya. TB sendiri merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa TB merupakan kedaruratan global bagi kemanusiaan. Beban penyakit TB di tengah masyarakat sangat tinggi, oleh karena itu saat ini telah diterapkan strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) yang bertujuan untuk menekan penyebaran infeksi TB. Namun tetap saja angka kejadian masih terhitung tinggi dan diperkirakan terdapat sekitar hampir 10 juta kasus baru, dan lebih dari 500 ribu orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit ini. Dikutip dari WHO pada tahun 2010, Indonesia menempati posisi ke lima negara dengan penderita TB tertinggi di dunia. Estimasi prevalensi TB adalah sebesar 650.000 dan estimasi insidensi tahunan berjumlah 430.000 kasus. Jumlah kematian akibat TB juga sangat tinggi, diperkirakan 61.000 kematian per tahunnya.

TB pada anak merupakan aspek yang sering terlupakan. Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, kasus TB pada anak menggambarkan penyebaran infeksi TB yang terus berlangsung pada sebuah populasi. Masalah ini masih membutuhkan perhatian yang lebih baik lagi dalam program pengendalian TB di Indonesia. Dilaporkan jumlah kasus TB anak pada tahun 2010 mencapai lebih 30.000 kasus. Sumber penularan TB pada anak adalah terjangkit dari pasien dewasa yang telah menderita TB sebelumnya. Pada saat penderita TB batuk, bersin, dan berbicara, kuman akan menyebar ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet). Penularan biasanya terjadi di dalam ruangan dimana droplet berada dalam waktu yang lama. Droplet dapat bertahan lebih lama dalam keadaan yang gelap dan lembab. Ventilasi pada ruangan dapat membatasi jumlah percikan, sementara sinar matahari langsung dipercaya dapat dapat membunuh kuman. Daya penularan penyakit ditentukan oleh banyaknya kuman yang masuk ke dalam tubuh. Makin tinggi hasil positif pada pemeriksaan dahak maka makin menular pasien tersebut. 

Gejala klinis TB pada anak kecil seringkali tidak tampak walaupun sudah ditemukan kelainan pada foto X-ray. Gejala umum TBC pada anak dapat berupa :

Berat badan tidak sesuai perkembangan anak

Anak dapat mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, ataupun tidak mengalami peningkatan berat dalam 1 bulan walaupun telah diberikan upaya perbaikan gizi yang baik.

Demam terus menerus

Anak biasanya mengalami demam yang lama hingga lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas. Demam umumnya tidak tinggi, dan dapat disertai keringat malam.

Diagnosis TB pada anak sendiri yaitu menggunakan sistem skoring diagnosis. Yang terdiri atas beberapa hal yaitu:

  1. Riwayat kontak dengan penderita TB
  2. Uji Tuberkulin (Mantoux) positif
  3. Adanya penurunan BB atau keadaan gizi yang buruk
  4. Demam yang penyebabnya tidak diketahui
  5. Batuk kronik lebih dari 2 minggu
  6. Adanya pembesaran kelenjar pada leher, ketiak, dan bagian selangkangan
  7. Adanya pembengkakan pada tulang dan sendi panggul lutut, falang, dan pemeriksaan x-ray  

Anak dinyatakan probable TB apabila hasiil skoring mencapai nilai ≥ 6. Sementara untuk anak usia balita yang mendapat skor 5, walaupun gejala klinis yang dimiliki tidak mengarah pada penyakit TB maka disarankan tetap dibawa ke rumah sakit untuk evaluasi lebih lanjut Sedangkan pada anak tanpa gejala namun terdapatd riwayat kontak dengan pasien BTA positif dan uji tuberkulinnya positif, maka anak cukup diberikan profilaksis Isoniazid saja. Uji tuberkulin (Mantoux) merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang termasuk dalam kriteria skoring. Uji ini dimulai dengan menyuntikkan 0,1 ml antigen di bagian lengan dan dievaluasi dalam  48−72 jam setelah dilakukan penyuntikan. Pengukuran dilakukan terhadap diameter indurasi yang timbul Hasil uji tuberculin dinyatakan positif apabila diameter indurasi ≥10 mm.

Langkah Pencegahan Penularan TB

Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mencari sumber penularan apabila pada suatu daerah didapatkan adanya penderita TB. Sumber penularan berasal dari orang dewasa yang menderita TB aktif dan adanya riwayat kontak erat dengan anak. Pelacakan sumber infeksi dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan radiologi (X-ray) dan tes dahak (BTA) keluarga dekat. Penularan kuman TB sangat cepat dan berasal dari air liur atau ludah penderita yang terinfeksi. Sebaiknya anggota keluarga yang terkena TB menggunakan masker dan menggunakan peralatan makan dan minum sendiri.

Pencegahan penularan TB juga dapat dilakukan dengan cara penderita menutup mulut menggunakan tissue pada saat batuk atau bersin yang kemudian bekas tissue dibungkus ke dalam kantung plastic sehingga percikan droplet tidak akan menyebar ke anak yang berada di sekitar lingkungan penderita. Ventilasi rumah yang baik juga perlu diperhatikan karena dapat mengurangi risiko penularan dengan mengurangi jumlah percikan, serta pastikan rumah terkena sinar matahari langsung karena dapat membantu membunuh kuman. Selain itu juga pastikan kerabat yang mengidap TB menyelesaikan siklus pengobatannya agar dapat memutuskan rantai penularan dari penderita ke anak yang berada di lingkungannya.

Kontribusi keluarga sangat penting agar dapat memastikan pencegahan penyebaran penyakit. Langkah yang paling tepat untuk mencegah TB pada anak adalah dengan mendapatkan vaksin (Bacillus Calmette – Guerin). Vaksin ini merupakan salah satu imunisasi wajib di Indonesia yang diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan. Imunisasi BCG sendiri hanya perlu diberikan satu kali seumur hidup melalui suntikan yang dilakukan oleh tenaga Kesehatan. Vaksin BCG terdiri dari bakteri TB yang telah dilemahkan dan akan merangsang sistem pertahanan tubuh dalam melawan bakteri TB lainnya. Imunisasi BCG merupakan tindakan yang penting untuk melindungi kesehatan anak terutama pada balita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya