Gejala dan Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering ditemukan dalam praktek sehari-hari. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) terdapat lebih dari 8 juta kasus ISK yang dilaporkan setiap tahun di seluruh dunia. Infeksi saluran kemih merupakan suatu keadaan yang disebabkan karena adanya mikroorganisme yang menginfeksi jaringan saluran kemih sehingga urin mengalami kontaminasi. Penyakit ini tidak boleh dianggap remeh, mengingat kita sebagai manusia semua memiliki saluran kemih yang menjadi tempat timbulnya penyakit ini.

Penyebab utama ISK disebabkan karena adanya bakteri, virus, maupun jamur yang berada di saluran kemih. Mikroorganisme terbanyak yang ditemukan menyebabkan ISK adalah Escherichia coli, sedangkan mikroorganisme lain seperti Proteus sp, Pseudomonas sp, Staphylococcus sp, Streptococcus sp, Klebsiella sp, Chlamydia sp dan Candida sp juga sering dilaporkan. Infeksi ini timbul akibat berkembang biaknya mikroorganisme dalam saluran kemih. Air kemih dalam saluran kemih umumnya bersifat steril. Faktor – faktor penyebab yang dapat memudahkan terjadinya infeksi saluran kemih yaitu hambatan pada aliran air kemih, adanya sisa air kemih dalam buli-buli, pemakaian instrumen medis di bagian kemaluan, dan kehamilan.

Infeksi saluran kemih dapat terjadi dari segala umur baik pria maupun wanita. Insiden kejadian ISK kemudian meningkat pada usia remaja terutama anak perempuan selama periode aktif secara seksual. Keluhan tidak bergejala pada wanita usia 18 – 40 tahun sekitar 5 – 6%, dan meningkat menjadi 20% pada wanita dengan usia lanjut. Infeksi saluran kemih (ISK) terbagi atas dua jenis berdasarkan bagian yang terinfeksi, yaitu:

  • Bagian atas, yaitu infeksi yang terjadi pada bagian ginjal dan ureter
  • Bagian bawah, yaitu infeksi yang terjadi pada bagian kandung kemih dan uretra

Lokasi terbanyak infeksi saluran kemih biasanya hanya melibatkan bagian saluran bawah, yaitu di uretra dan kandung kemih. Namun, infeksi saluran kemih juga dapat mengenai bagian saluran atas, yaitu ureter dan ginjal. ISK bagian atas ini lebih berbahaya dan membutuhkan penanganan lebih cepat. Infeksi pada ginjal apabila dibiarkan dapat menyebar luas ke seluruh tubuh. Infeksi saluran kemih memiliki nama masing-masing sesuai dengan tempat infeksi yang terjadi, seperti

  • Sistitis (infeksi kandung kemih)
  • Uretritis (Infeksi uretra)
  • Pielonefritis (infeksi ginjal)
  • Uretritis (infeksi ureter)

Tanda dan gejala penderita yang mengalami ISK bermaca-macam. Gejala infeksi pada bagian bagian atas berupa nyeri panggul, demam, mual dan muntah, hingga lemas. Sedangkan gejala infeksi bagian bawah meliputi rasa nyeri dan terasa panas saat mengeluarkan urin, frekuensi yang keluar sedikit, rasa ingin terus menerus untuk mengeluarkan urin, nyeri panggul, hematuri (urin mengandung darah), dan rasa tidak nyaman di bagian suprapubic.

Diagnosis ISK dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis, yaitu ditemukannya gejala atau tanda infeksi saluran kemih. Pemeriksaan Urine merupakan pemeriksaan yang penting dalam diagnosis. Pemeriksaan ini terdi dari pemeriksaan urinalisis dan pemeriksaan kultur urine. Paramter yang paling penting yaitu leukosit, dan bagian-bagian lain seperti deskripsi warna, berat jenis dan pH, konsentrasi glukosa, protein, keton, darah, dan bilirubin. Diagnosis dapat dinyatakan positif apabila dari hasil pemeriksaan terdapat > 5 leukosit per lapang pandang besar (LPB) sedimen air kemih.

Pencegahan infeksi saluran kemih sendiri tidaklah sulit, yaitu dengan rutin mengkonsumsi air sebanyak 8-10 gelas per hari (2 liter). ISK pada wanita dapat dicegah, yaitu membersihkan organ intim dengan cara yang benar. Membersihkan dari arah depan ke belakang setelah selelsai buang air kecil maupun buang air besar dapat mengurangi kontak dari uretra terhadap infeksi bakteri. Selain itu menggunakan pakaian dalam dengan bahan katun karena dapat mencegah pertumbuhan bakteri pada saluran kemih dibandingkan dengan bahan lainnya, dan tidak menahan saat ingin buang air kecil.

Pengobatan infeksi saluran kemih yaitu dengan pemberian antibiotik. Dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menentukan jenis antibiotik yang sesuai dengan kondisi pasien. Antibiotik yang diberikan harus sesuai dengan pola kuman di berbagai tempat. Pengobatan antibiotik yang banyak digunakan merupakan golongan kuinolon, yaitu antibiotik empiris yang dapat diberikan kepada pasien ISK rawat jalan dan rawat inap. Estimasi lama pengobatan yakni 7 hingga 14 hari tergantung dari respon masing-masing penderita.  Untuk memastikan infeksi saluran kemih sembuh dengan tuntas, maka harus melakukan perawatan tidak setengah-setengah. Terkadang gejala dapat hilang sebelum infeksinya sembuh total. Jadi apabila diberikan obat oleh dokter maka yang perlu dilakukan adalah

  1. Mengkonsumsi obat sesuai instruksi dokter
  2. Tidak memberikan obat (sharing) dengan orang lain
  3. Konsultasikan sisa penggunaan obat ke dokter atau apoteker apakah masih bisa disimpan atau tidak.

Nah, terakhir apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, silahkan mendatangi DD Klinik terdekat di kota anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Lainnya